info@citraglobal.com

08179800163

Jl. H. Naman Komplek DDN Blok A17 Bintara Jaya,Bekasi Barat 17136

CItra Global Consulting

Citra Global Consulting

cgctaxconsulting.com

+6281802265000

Jl. H. Naman Komplek DDN Blok A17 Bintara Jaya,Bekasi Barat 17136

cgctaxconsulting.com

+6281802265000

Ekuitas : Jenis dan Contohnya

Ekuitas

Mengenal Ekuitas

Ekuitas atau modal adalah hak atau kepentingan pemilik perusahaan terhadap harta perusahaan. Ini mewakili jumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham jika semua aset dilikuidasi dan semua hutang dilunasi.

Artinya hal ini juga sebagai modal atau kekayaan perusahaan, yang perhitungannya dengan mengurangi liabilitas dari aset. Istilah ekuitas berasal dari kata equity atau equity of ownership yang berarti kekayaan bersih perusahaan.

Menurut standar akuntansi keuangan (PSAK No. 21), modal merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan, yaitu selisih antara aset dan kewajiban yang ada dan tidak mencerminkan nilai jual perusahaan. Modal berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan, dan dapat berkurang karena penarikan kembali investasi pemilik, pembagian keuntungan, atau kerugian.

Ekuitas terdiri dari setoran pemilik, saldo laba, dan unsur lainnya. Tujuannya adalah memberikan informasi yang jelas tentang sumbernya dan tersaji sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Lihat Juga : Neraca : Definisi, Jenis, Bentuk, dan Contoh

Elemen Ekuitas

  • Setoran Modal
    Setoran modal adalah jumlah uang dari pemilik atau pemegang saham. Ada dua jenis setoran modal, yaitu modal saham dan agio/disagio saham (additional paid-in capital).
  • Pendapatan Tertahan
    Pendapatan tertahan atau saldo laba ditahan adalah kumpulan laba dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagikan sebagai dividen.
  • Penilaian Ulang Modal
    Penilaian ulang modal adalah selisih antara nilai buku lama dan nilai buku baru.
  • Modal Sumbangan
    Modal sumbangan adalah modal yang perolehannya karena mendapatkan aset dari sumbangan.
  • Modal Lainnya
    Contoh modal lainnya adalah modal dari cadangan pelunasan obligasi dan lain-lain yang tidak termasuk dalam empat kategori di atas.

Jenis-jenis Ekuitas

Ada beberapa jenis ekuitas yang perlu kita ketahui. Salah satunya adalah ekuitas pemegang saham, yaitu merupakan jumlah nilai aset yang diberikan kepada para pemegang saham suatu perusahaan setelah dikurangi dengan hutang-hutang atau kewajiban lainnya.

Selain itu, ada juga ekuitas pemilik, yaitu besarnya kepemilikan seorang pemilik atas bisnis terkait. Biasanya berlaku untuk bisnis kecil. Perhitungan ekuitas pemilik serupa dengan jenis pemegang saham, yaitu besarnya aset dikurangi dengan nilai kewajiban bisnis tersebut.

Pentingnya Ekuitas dalam Perusahaan

Nilai ekuitas dalam sebuah perusahaan sangat penting karena mencerminkan nilai buku perusahaan tersebut. Nilai ini menjadi faktor penentu harga saham perusahaan tersebut.

Tetapi, seringkali kita melihat harga saham yang lebih tinggi daripada nilai ekuitas per saham perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa para investor percaya bahwa perusahaan tersebut memiliki prospek yang baik di masa depan.

Sebagai seorang pengusaha, penting bagi Anda untuk memahami dasar-dasar ekuitas perusahaan saat menjalankan bisnis. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui seberapa besar nilai saham dan aset tanpa hutang serta kewajiban yang menunjukkan sehat tidaknya sebuah perusahaan.

Lihat Juga : Pembuatan Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Contoh Ekuitas

Contoh-contoh berdasarkan pos-pos atau akun-akunnya adalah sebagai berikut:

  1. Saham Biasa
    Saham biasa adalah ekuitas bisnis yang mencerminkan modal atau investasi awal yang disetorkan. Pemilik saham biasa memiliki hak untuk memiliki aset-aset tertentu dan memiliki kewajiban-kewajiban, seperti memilih direksi dan pejabat yang berwenang, serta merumuskan prosedur dan kebijakan perusahaan.
  2. Saham Preferen
    Berbeda dengan saham biasa, pemilik saham preferen memiliki sedikit kewajiban dan tidak memiliki hak untuk memilih. Namun, mereka biasanya memiliki hak klaim atas aset dan pendapatan perusahaan yang lebih tinggi daripada pemegang saham biasa.
  3. Saham Treasury
    Saham jenis ini berguna untuk membeli kembali saham-saham dari pemegang saham biasa. Nilai saham ini biasanya negatif dan terepresentasikan dalam pembukuan sebagai pengurangan dari total nilai modal.
  4. Pendapatan yang Tersimpan
    Saldo laba atau pendapatan yang disimpan adalah jumlah total pendapatan yang diperoleh oleh bisnis, setelah dikurangi dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Pendapatan ini merupakan pendapatan bersih yang diperoleh oleh pemilik bisnis dan tidak dibayarkan kepada pemegang saham.
  5. Tambahan Modal yang Dibayarkan
    Perolehannya dari tambahan investasi yang pemegang saham setorkan, di luar nilai saham pokok mereka. Pos ekuitas atau juga kontribusi surplus, yang biasanya memiliki nilai yang lebih tinggi daripada pos lainnya. Nilainya dapat berubah sesuai dengan keuntungan atau kerugian yang perusahaan peroleh dari penjualan saham.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top